produc design from DANIEL

Posted: Januari 4, 2012 in file

http://www.coroflot.com/daniellove/product-design?currently_featured=true&sort_by=5&%5Bslideshow%5D

Iklan

Nirmana

Posted: Januari 4, 2012 in file

Nirmana dingin .
Nirmana dingin yang saya buat ini adalah gradasi warna dari biru ke putih, jadi dimulai dari biru, biru laut, biru muda, biru langit hingga biru yang mendekati warana putih. Tapi pada nirmana ini ada sedikit kesalahan bahwa warna putih bukan lah warna dingin melainkan warna netral. Bentuk gradasi nya saya buat dengang perpaduan daun yang dari ukuran kkecil hingga besar sehingga gradasi bentuk nya pun tetap ada.
Alat dan bahan :
• Cat poster merek sakura warna biru dan putih secukup nya
• Kuas lyra No 1,3 dan 5
• Palet
• Kertas manila
• Kertas duplex
Pertama buat mal bentuk daun atau apapun bentuk yang diinginkan lalu buat lah beberapa ukuran yang berbeda mulai dari yang kecil hingga besar, lalu buat pola bentuk bungan dengan berbagai ukuran. Jika ingin menampakan kesan daun nya, buat lau bentuk daun tersebut seprti daun yang bertumpuk-tumpuk, lalu cat lah bagian pinggir gambar yang dibuat agar tau mana batasan yang akan di cat dengan menggunakan kuas NO 1 , untuk bagian meratakan gunakan kuas NO 3 sedangkan untuk mengecat bagian yang lebar gunakan kuas NO 5.
Demikian prosesnya …..
Wsslm ….

hachiko

Posted: Januari 4, 2012 in Real story

seekor anjing di Jepang yang sangat terkenal dan melegenda. Ia adalah anjing ras khas peranakan Jepang jenis Akita Inu.

Ditemukan oleh seorang dosen bernama Profesor Parker Wilson yang tersesat di jalanan. tak mengherankan jika kemudian tercipta satu hubungan istimewa di antara keduanya dengan kasih sayang yang tulus. Setiap pagi, ia mengantarkan Profesor Wilson berangkat bekerja. Sedangkan di sore harinya, tepat pada waktu Profsor Wilson pulang kerja,ia pasti sudah siap sedia menunggu di depan stasiun.    Hachiko, 10 November 1923-8 Maret 1935 Adalah seekor anjing jantan jenis akita inu kelahiran odate,frepektur akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita . Profesor Wilson terkena serangan jantung saat mengajar di universitas dan meninggal. Itu sebabnya Profesor Wilson tak pernah kembali lagi. Namun meskipun tak jua menjumpai Profesor Wilson di stasiun, kesetiaan Hachiko tetap tak berubah. Setiap sore di jadwal pulang Profesor Wilson, Hachiko pasti sudah berada di stasiun, menunggu Profesor Wilson pulang ke rumah.   Meski tiap sore pula Hachiko pulang tanpa hasil, ia tetap melakukan rutinitas itu hingga lebih dari sepuluh tahun lamanya. Penantian itu baru berakhir ketika Hachiko meninggal dunia pada tanggal 8 Maret 1935, tepat di tempat Profesor Wilson pertama kali menemukannya.

Kisah Hachiko itu menjadi headline berbagai surat kabar di Tokyo pada tahun 1932. Bahkan Hachiko diabadikan dalam bentuk patung perunggu oleh pematung terkenal di Jepang pada tahun 1934. Patung itu kemudian diletakkan di stasiun Kereta Api Shibuya. Patung yang sama juga didirikan di kota kelahiran Hachiko, tepatnya di muka stasiun kerea Odeta.   Kisah Hachiko benar-benar merebut hati warga Jepang, sehingga ketika Haciko meninggal dunia, jasadnya diawetkan dan disimpan di Museum Nasional Jepang di Ueno, Tokyo. Bahkan hingga kini setiap tanggal 8 Maret masyarakat Jepang masih mengadakan peringatan untuk mengingat Hachiko di Stasiun Shibuya.

Aceh

Posted: Januari 3, 2012 in Renungan

Makna rencong aceh
A.Rencong senjata pusaka aceh
Rencong atau Rincong atau Rintjoeng adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh dan merupakan simbol keberanian,keperkasaan,pertahanan diri dan kepahlawanan aceh dari abad ke abad. Menurut salah satu sumber Rencong telah dikenal pada awal Islam Kesultanan di abad ke-13. DI jaman Kerajaan Aceh Darussalam rencong ini tidak pernah lepas dari hampir setiap pinggang ( selalu diselipkan dipinggang depan ) rakyat Aceh yang rata-rata punya keberanian luar biasa baik pria maupun wanita karena rencong ini bagi orang Aceh ibarat tentara dengan bedilnya yang merupakan simbol keberanian, kebesaran,ketinggian martabat dan keperkasaan orang Aceh sehingga orang-orang portugis atau portugal harus berpikir panjang untuk mendekati orang Aceh.di masa ini Rencong mempunyai tingkatan yang menjadi ciri khas strata nasyarakat, untuk seorang Raj/Sulthan dan Ratu/Sulthanah untuk sarungnya terbuat dari gading dan untuk belatinya terbuat dari emas hingga sampai ke strata masyarakat bawah untuk sarung terbuat dari dari tanduk kerbau ataupun kayu dan untuk belati terbuat dari kuningan atau besi putih tergantung kemampuan ekonomi masing-masing.

Aceh sebagai sebuah kekuatan militer penting di dunia Melayu, dengan persenjataan yang sangat penting. Karena hubungan internasional dengan dunia barat, bentuk rencong juga mulai mengikuti perkembangannya, terutama Turki dan anak benua India.Rencong juga mempunyai kesamaan dengan blade yang dipakai oleh prajurit Turki di masa Sulthan Mahmud kerajaan Ottoman Turki dan juga Mughal scimitar dari beberapa orang dengan gaya rapiers dan daggers ( bahasa bule ) yang bergantung gantung dari ikat pinggangdi tembok gantung Madras, India tahun 1610-1620.
sumber Belanda Yang merujuk pada persenjataan Aceh di abad ke 14. Contoh persenjataan ini dapat dilihat dalam ilustrasi buku baik pada perang kolonial Belanda yang dihasilkan oleh Pusat Data Dokumentasi dan di Aceh pada tahun 1977.
Sebuah majalah artikel populer yang menyatakan bahwa bentuk rencong itu invented di Aceh pada abad 16 pada jaman Sultan AI Kahar,Sultan yang mempunyai hubungan dekat dengan Khalifah Turki Ottoman,disaat meminta bantuan untuk menyerang Portugis.Menurut salah satu sumber juga,Pada abad ke 18 Tokoh pahlawan sastra Pocut Muhammad untuk memerintahkan membuat rencong sebanyak-banyak karena persediaan baja yang menumpuk,rencong ini dapat dilihat di Museum Praha, Ceko.Rencong yang paling berharga dari abad ke 19 dengan ukiran huruf Arab ada di museum Jakarta .

Di masa lalu,simbolisme Islam dari rencong telah dihubungkan dengan Perang Suci atau jihad.dengan kekuatan senjata ditangan dan keyakinan pada kuasa Allah. Rencong seperti memiliki kekuatan yang ghaib.sehingga si masyarakat Aceh sangat terkenal pepatah :
“Tatob ngon reuncong jeuet Ion peu-ubat, nyang saket yang tapansie Haba.”
Sumber ; http://acehdalamsejarah.blogspot.com/2009/10/rencong-aceh.html

B.Rencong

Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh. Rencong selain simbol kebesaran para bangsawan, merupakan lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh di masa perjuangan. Keberadaan rencong sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh terlihat bahwa hampir setiap pejuang Aceh, membekali dirinya dengan rencong sebagai alat pertahanan diri. Namun sekarang, setelah tak lagi lazim digunakan sebagai alat pertahanan diri, rencong berubah fungsi menjadi barang cinderamata yang dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh.
Bentuk rencong berbentuk kalimat bismillah, gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada sikunya merupakan aksara Arab Ba, bujuran gagangnya merupaka aksara Sin, bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi dekat dengan gagangnya merupakan aksara Mim, lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara Lam, ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit keatas merupakan aksara Ha.
Rangkain dari aksara Ba, Sin, Lam, dan Ha itulah yang mewujudkan kalimat Bismillah. Jadi pandai besi yang pertama kali membuat rencong, selain pandai maqrifat besi juga memiliki ilmu kaligrafi yang tinggi. Oleh karena itu , rencong tidak digunakan untuk hal-hal kecil yang tidak penting, apalagi untuk berbuat keji, tetapi rencong hanya digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan berperang dijalan Allah.
Rencong yang ampuh biasanya dibuat dari besi-besi pilihan, yang di padu dengan logam emas, perak, tembaga, timah dan zat-zat racun yang berbisa agar bila dalam pertempuran lawan yang dihadapi adalah orang kebal terhadap besi, orang tersebut akan mampu ditembusi rencong.
Gagang rencong ada yang berbentuk lurus dan ada pula yang melengkung keatas. Rencong yang gagangnya melengkung ke atas disebut rencong Meucungkek, biasanya gagang tersebut terbuat dari gading dan tanduk pilihan.

Bentuk meucungkek dimaksud agar tidak terjadinya penghormatan yang berlebihan sesama manusia, karena kehormatan yang hakiki haya milik Allah semata. Maksudnya, bila rencong meucungkek disisipkan dibagian pinggang atau dibagian pusat, maka orang tersebut tidak bisa menundukkan kepala atau membongkokkan badannya untuk memberi hormat kepada orang lain karena perutnya akan tertekan dengan gagang meucungkek tersebut.
• Situs Prov. NAD
• suarakarya-online.com

C.Bahagian-bahagian rencong
Bahagian-bahagian rencong adalah : Hulu rencong ; Ukiran rencong ; Perut rencong ; Ujung rencong ; Batasan rencong. Untuk memperindah rencong maka diperkaya dengan variasi membuat ukiran pada gagangnya. Ukiran-ukiran dari emas digunakan pada hulu, puting dan batang rencong. Bentuk ukiran ini tergantung pada keinginan sipemakai atau penciptanya.
Untuk memperindah seni yang terdapat pada sebuah rencong maka ditambah lagi dengan pembuatan sarungnya. Sarung rencong biasanya dibuat dari kayu ataupun tanduk kerbau dan ada dari gading gajah. Kayu yang dipergunakan antara lain : bak keupula (bunga tanjung), bak panah (batang nangka), bak mee (batang asam jawa) dan lain sebagainya.6 Adapun motif-motif sarung rencong terdiri dari motif fauna dan motif flora. Motif fauna adalah : ukiran ular, naga, ayam jago, burung nuri, kupu-kupu dan sebagainya sedangkan motif flora adalah : gambar-gambar bunga, buah dan daun.

D.Cara Membuat Rencong
Alat yang digunakan para pandei beuso (pandai besi) antara lain : tungku (tempat menghidupkan api), pompa angin untuk meniup api yang terbuat dari kulit kambing, tempat air untuk menyepuh besi, palu besi, gergaji besi, kikir, alas untuk tempat memukul besi dan membentuk benda yang akan ditempa, Jepitan dan lain-lain. Adapun bahan baku yang dipergunakan : besi biasa, besi baja, besi hancuran, tembaga dan besi putih dengan catatan besi tidak boleh berkarat.
Besi untuk membuat rencong harus besi pilihan yang baik dan bebas dari karat, biasanya besi putih agar tidak berkarat, namun boleh juga besi-besi lain, ini tergantung pada keinginan sipembuat atau sipembeli. Besi putih lebih mahal harganya dari pada besi biasa .
Ada juga rencong yang dibuat dari besi yang dicampur dengan sedikit tembaga atau kuningan ataupun emas. Hal ini penting kalau sekiranya ada orang yang mempunyai ilmu ghaib (magic) terhadap senjata dari besi, maka dengan adanya tembaga atau emas pada rencong tersebut maka diperkirakan kekebalan ilmunya akan berkurang. Lain halnya dengan besi untuk membuat pisau dapur , ini cukup besi apa saja. Untuk membuat parang ini memerlukan besi yang keras agar parang tersebut tidak lembek atau patah (biasanya per motor atau besi rel kereta api) dan nantinya dapat menghasilkan parang yang tajam

Produksi barang-barang tersebut dibuat pada tempat penempaan besi yang disebut pandei beuso. Tiap pandei beuso (pandai besi) dipimpin oleh seorang utoh beuso (tukang / pandai besi) dan seorang asisten serta para pekerja.

Alat yang digunakan para pandei beuso (pandai besi) antara lain : tungku (tempat menghidupkan api), pompa angin untuk meniup api yang terbuat dari kulit kambing, tempat air untuk menyepuh besi, palu besi, gergaji besi, kikir, alas untuk tempat memukul besi dan membentuk benda yang akan ditempa, Jepitan dan lain-lain. Adapun bahan baku yang dipergunakan : besi biasa, besi baja, besi hancuran, tembaga dan besi putih dengan catatan besi tidak boleh berkarat.
Besi untuk membuat rencong harus besi pilihan yang baik dan bebas dari karat, biasanya besi putih agar tidak berkarat, namun boleh juga besi-besi lain, ini tergantung pada keinginan sipembuat atau sipembeli. Besi putih lebih mahal harganya dari pada besi biasa . Ada juga rencong yang dibuat dari besi yang dicampur dengan sedikit tembaga atau kuningan ataupun emas. Hal ini penting kalau sekiranya ada orang yang mempunyai ilmu ghaib (magic) terhadap senjata dari besi, maka dengan adanya tembaga atau emas pada rencong tersebut maka diperkirakan kekebalan ilmunya akan berkurang. Lain halnya dengan besi untuk membuat pisau dapur , ini cukup besi apa saja. Untuk membuat parang ini memerlukan besi yang keras agar parang tersebut tidak lembek atau patah (biasanya per motor atau besi rel kereta api) dan nantinya dapat menghasilkan parang yang tajam

E.Seni Rencong
Rencong termasuk salah satu hasil seni tradisional, sejak zaman dahulu rencong dalam penggunaannya berfungi sebagai berikut : Sebagai perhiasan ; rencong ini dipergunakan sehari-hari sebagai perhiasan (pakaian) yang diselipkan di pinggang ; Sebagai seni (seni ukir) dan sebagai alat kesenian seperti dipakai dalam pertunjukkan tari seudati ; Rencong sebagai perkakas dipergunakan sebagai alat pelobang pelepah rumbia dan sebagainya ; Rencong sebagai senjata perang untuk menghadapi musuh-musuh peperangan yang ingin menjajah Aceh seperti Inggris, Belanda dan sebagainya.
Menurut catatan sejarah rencong mulai dipakai pada masa Sultan Ali Mugayatsyah memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514-1528. Pada waktu itu masih berorientasi pada kepercayaan Islam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah aceh. Sehingga kedudukan rencong adalah sebagai berikut : gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada bahagian sikunya merupakan aksara Arab Ba ; Bujuran gagang tempat genggaman berbentuk aksara Arab Sin ; Bentuk-bentuk lancip yang menurun ke bawah pada pangkal besi dekat gagangnya merupakan aksara Arab Mim ; Lajur-lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara Arab Lam dan ujung yang runcing sebelah atas mendatar dan bahagian bawah yang sedikit melekuk ke atas merupakan aksara Arab Ha. Dengan demikian rangkaian dari aksara BA, MIM, LAM dan HA itu mewujudkan kalimah “BISMILLAH”. Ini berkaitan dengan jiwa heroic dalam bentuk senjata tajam yang dipakai sebagai senjata perang untuk mempertahankan agama Islam dari penjajahan orang-orang yang anti Islam.
Saat sekarang ini untuk kawasan Aceh Besar tempat penempaan rencong terdapat di desa Bait (Sibreh ) dan desa Lamblang (Darul Imarah). Pada zaman dahulu tempat penempaan ini tersebar di seluruh Aceh Besar yang antara lain : Kampung Pandee ; Seuneulop ; Lam Blang ; Baid ; Ulee Kareng ; Lam Pakuk ; Indrapuri ; Seulimeum ; Lhong dan sebagainya. Namun untuk saat sekarang tempat tersebut ada yang masih diperdayakan dan banyak juga yang sudah tidak diperdayakan lagi. Ini disebabkan oleh faktor kemampuan sumber daya manusia maupun karena keterbatasan modal usahanya.

Oleh: Cut Zahrina

F.Makna Rencong Dalam Masyarakat Aceh

Rencong salah satu senjata tradisional dan dianggap berkhasiat, tidak sembarangan dalam proses pembuatannya. Cara menempanya dan memilih besi tidak boleh sembarangan seperti membuat jenis senjata tajam lainnya. Terwujudnya sebilah rencong yang berbentuk tulisan Bismillah dengan nama Allah dalam bentuk aksara Arab.
Ciri khas dari bentuk gagangnya tampak sangat berlainan dengan senjata-senjata lain di seluruh Indonesia (seperti keris di Jawa). Rencong pada bahagian ujung gagangnya merupakan genggaman tangan sedikit dibengkokkan ke atas, sehingga dengan demikian jika rencong tersebut telah berlumuran darah genggaman tetap tidak akan terlepas. Inilah sebabnya tentara Portugis menjadi kagum menghadapi pasukan Kerajaan Aceh (Sultan Al- Qahar) dalam pertempuran-pertempuran jarak dekat yang telah menggunakan rencong sebagai senjata ampuhnya.
Rencong sangat berguna pada masa Kerajaan Aceh, ini dapat dibuktikan dengan terusirnya tentara Portugis di selat Malaka dan mengahalau tentara Portugis yang ingin mencengkram kukunya di Pulau Sumatera.
Dalam masyarakat Aceh terdapat kepercayaan bahwa rencong ada yang berkhasiat dan ini biasanya merupakan warisan yang dipelihara secara turun menurun dan dijaga dengan baik. Rencong pusaka ini tidak boleh dipakai sembarangan saja kalau tidak perlu betul atau dalam kondisi terdesak baru boleh untuk dipakai. Oleh karena rencong mempunyai kekuatan-kekuatan tertentu, serta untuk menjaga kehormatan. Menyimpannya tidak boleh sipemakainya sembarangan tempatnya harus dirahasiakan.
Di samping itu rencong juga memiliki khasiat apabila kita pergi merantau atau berjalan di malam hari dalam gelap maka akan menjadi teman atau kawan, karena makhluk-makhluk seperti : Jin, Iblis dan Tulueng Dong7 ( secara harfiah artinya tulang atau kerangka manusia yang berdiri), maka rencong dapat melindungi orang tersebut. Ini disebabkan oleh adanya kekuatan gaib yang terkandung dalam rencong pusaka yang diselipkan pada pinggangnya. Persoalan lain yang dapat membantu dengan adanya rencong pusaka adalah bila ada orang kemasukan, dengan merendam rencong dalam air dan airnya diberi minum kepada orang sakit segera akan sembuh dengan izin Allah. Rencong bahagian pisaunya tidak boleh bergores di tubuh manusia karena akan menimbulkan infeksi yang mengandung racun dan tidak lama kemudian orang itu akan meninggal.
Rencong juga memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggarkan diantaranya bila kita ingin memperlihatkan sebilah rencong kepada kawan tidak boleh kita mengeluarkan dari sarungnya. Apalagi kita sampai mempermainkannya atau menyentik-nyentik ujung yang runcing itu dihadapan kawan ataupun di muka umum, hal itu sangat dilarang. Karena akibatnya akan dapat membawa malapetaka bagi sipemiliknya. Demikianlah khasiat dan bahayanya rencong, oleh karena itu rencong tidak boleh dipakai oleh sembarangan orang apalagi bagi orang yang tidak sabar. Walaupun demikian rencong pada zaman dahulu menjadi rebutan, masing-masing ingin memilikinya. Karena dengan memiliki rencong status sosial mereka berubah karena dia akan ditakuti, disegani dan dihormati oleh kawan maupun lawan.
Di samping persoalan tersebut rencong memiliki keuntungan bagi sipemakainya untuk dihormati dan mendapat rezeki kemana saja dia pergi dan bila dia dalam keadaan susah atau mendapat musibah maka ada saja yang akan menolong dan membantunya sehingga dia terlepas dari malapetaka atau kesusahannya. Ini merupakan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Aceh pada waktu dahulu, pada zaman sekarang kepercayaan tersebut telah bergeser sesuai dengan pergeseran waktu dan pengetahuan, lagi pula rencong ini bukan benda yang sembarangan tetapi telah menjadi benda yang langka.
Adanya perpaduan antara seni dan budaya Islam dalam penciptaan rencong yang berbentuk tulisan Arab (Bismillah) dengan nama Allah merupakan suatu kekuatan yang sangat sakral dapat mengendalikan peri laku kehidupan ummat manusia dengan Allah selaku penciptanya. Menurut catatan sejarah menyebutkan rencong telah memberikan semangat dan dorongan bagi pejuang zaman dahulu untuk mengusir Belanda dari Aceh, sehingga tentara Belanda banyak yang tewas dengan senjata rencong.
Oleh: Cut Zahrina

G.kedudukan rencong
Rencong memiliki makna filosofi religius dan keislaman, Gagangnya yang berbetuk huruf Arab diambil dari padanan kata Bismillah susunan huruf yang terbaca membentuk kalimat Bismillah.Ini merupakan lambang yang memperlihatkan karakteristik masyarakat Aceh yang sangat berpegang teguh pada kemuliaan ajaran Islam.
kedudukan rencong adalah sebagai berikut : gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada bahagian sikunya merupakan aksara Arab Ba ; Bujuran gagang tempat genggaman berbentuk aksara Arab Sin ; Bentuk-bentuk lancip yang menurun ke bawah pada pangkal besi dekat gagangnya merupakan aksara Arab Mim ; Lajur-lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara Arab Lam dan ujung yang runcing sebelah atas mendatar dan bahagian bawah yang sedikit melekuk ke atas merupakan aksara Arab Ha. Dengan demikian rangkaian dari aksara BA, MIM, LAM dan HA itu mewujudkan kalimah “BISMILLAH”. Ini berkaitan dengan jiwa heroic dalam bentuk senjata tajam yang dipakai sebagai senjata perang untuk mempertahankan agama Islam dari penjajahan orang-orang yang anti Islam.

, oleh; agus sarwono

H.Bentuk Umum Rencong
Meskipun bentuk rencong berbeda-beda namun yang membedakan secara bentuk adalah gagangnya. karena perbedaan bentuk itulah kemudian muncul nama-nama rencong itu sendiri, selain rencong meupucok, meucugeek dan peudoi (atau biasa) ada beberapa bentuk rencong lain yang dikenal diaceh, seperti rencong Meukuree dan rencong umum. rencong umum yang dimaksud adalah rencong yang tidak termasuk kedalam empat golongan rencong manapun. sedangkan dari fungsinya rencong terdiri dari beberapa jenis yang kesemuanya berfungsi sebagai senjata tusuk, antara lain : Uléè’ lapan sagoe, S i w a ‘i h, Uléè’bdh glima, Uléè’ paroh blesékan, Uléè’ dandan, Uléè’ mcucangge dan Uléè’janggok.
Secara umum detail gambaran rencong adalah sebagai berikut :
Gagang Rencong
1. Batang rencong
2. Fungsi kedudukan puting rencong didalam gagang.
3. Gagang rencong bentuk gagangmeucugek.
4. Bahagian rencong yang disebut cugee.

Puting Rencong
1. Puting rencong.
2. Batang rencong

Batang Rencong
Batang rencong, yaitu bagian besi yang menghubungkan puting dengan
bengkuang rencong.
1. Batang rencong
2. Bengkuang rencong yang berbentuk
kuku elang atau kuku
raja wali.
3. Bagian pangkal rencong sebelah
mata rencong.

Bangkuang rencong;
Bangkuang rencong ini bila diartikan dalam bahasa Indonesia, agaknya
lebih tepat disebut kuku elang atau kuku raja wali rencong. Gunanya
sebagai kuku penyangkut, apabila disarungkan berfungsi sebagai
sangkutan bila diselipkan pada pinggang sipemakainya.
1. Bengkuang rencong
2. Bagian pangkal rencong
3. Bagian batang rencong yang
dikatakan juga reukueng-reukueng.

Perut Rencong;
Perut rencong merupakan bagian mata rencong yang letaknya di
tengah-tengah mata rencong. Bagian ini diasah sehingga tajam, yang
kadang-kadang dipergunakan untuk memotong sesuatu benda yang
agak keras.
1. Perut rencong
2. Arah kebagian pangkal rencong.
3. Arah kebagian ujung rencong
4. Bagian yang diasah sehingga
tajam, untuk memotong sesuatu
benda yang agak keras.

Ujung Rencong;
Ujung rencong adalah bagian mata rencong yang runcing, karena
pa ‘a bagian ujung rencong itulah vang menentukan tembus tidaknya,
sesuatu benda yang ditusuk atau ditancapkan dengan sebilah
rencong. Di samping itu digunakan pula untuk menggores sesuatu
benda yang hanya mempan ditembus oleh ujung rencong.
1. Ujung rencong
2. Arah kebagian perut rencong
3. Ujung yang sangat runcing
untuk menembus sasarannya.
Karena ada rencong tertentu dianggap sebagai barang bernilai magis religius dalam pandangan masyarakat Aceh, maka rencong sama sekali tidak digunakan sebagai alat pemotong atau pengupas. Dia dipakai apabila amat diperlukan, misalnya jika menghadapi musuh. Pada dasarnya setiap masyarakat Aceh memiliki sebilah rencong sebagai senjata yang mendampingi hidupnya, sejak mereka berumur 18 tahun, walaupun rencong itu tidak dibawa serta atau diselipkan dipinggangnya.
sumber : buku rencong Karangan Drs. T. Syamsuddin dan Drs. M. Nur Abbas terbitan Museum Negeri Aceh – 198

I.Jenis-jenis rencong
Secara umum rencong atau Rincong yang menjadi senjata andalan dalam sejarah masyarakat Aceh dikenal, ada 5 macam yaitu

-Rincong Meucugek :
Disebut rencong meucugek karena pada gagang rencong tersebut terdapat suatu bentuk panahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek. Cugek ini diperlukan untuk mudah dipegang dan tidak mudah lepas waktu menikam ke badan lawan atau musuh.

– Rincong Pudoi :
Istilah pudoi dalam masyarakat Aceh adalah sesuatu yang dianggap masih kekurangan atau masih ada yang belum sempurna. Gagang rencong ini hanya lurus saja dan pendek sekali. Jadi, yang dimaksud pudoi atau yang belum sempurna adalah pada bentuk gagang rencong tersebut.

Sumber : Aceh Blogging
– Rincong Meupucok :
Keunikan dari Rincong ini memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran dari gading atau emas. Bagian pangkal gagang dihiasi emas bermotif pucok rebung/tumpal yang diberi permata ditampuk gagang,keseluruhan panjang rencong ini lebih kurang 30 cm.bilah terbuat dari besi putih.sarungnya dibuat dari gading serta diberi ikatan dengan emas.

-Rincong puntong
Keunikan dari Rincong puntong pada Hulu Puntung, dengan belati yang ditempa dengan loga, kepala Rencong dari tanduk kerbau dan sarung dari kayu.

– Rincong Meukure:

Perbedaan rencong meukure dengan rencong jenis lain adalah pada mata rencong. Mata rencong diberi hiasan tertentu seperti gambar ular, lipan, bunga, dan lainnya. Gambar-gambar tersebut oleh pandai besi ditafsirkan dengan beragam macam kelebihan dan keistimewaan. Rencong yang disimpan lama, pada mulanya akan terbentuk sejenis aritan atau bentuk yang disebut kuree. Semakin lama atau semakin tua usia sebuah rencong, semakin banyak pula kuree yang terdapat pada mata rencong tersebut. Kuree ini dianggap mempunyai kekuatan magis.
seiring perjalanan waktu senjata Rencong semenjank Aceh bergabung dengan Indonesia sampai sekarang perlahan-perlahan pusaka ini berubah fungsi hanya menjadi barang suvernir atau cenderamata dan pelengkap pakaian adat Aceh pengantin pria.
Di masa Aceh mengusir Portugis dari seluruh tanah sumatra dan tanah malaka serta masa penjajahan Belanda rencong merupakan senjata yang mematikan disamping pedang dan bedil yang digunakan di medan perang, tidak hanya oleh para Sulthan,Laksamana,Pang, Pang sagoe, Uleebalang,Teuku,Teungku Agam,Sayed,HabibCut Ampon ,Cut Abang ( para kaum pria ) namun juga oleh Teungku Inong,Syarifah,Cut Kak, Cut Adoe,Cut Putroe, Cut Nyak ( kaum wanita ). Senjata ini diselipkan di pinggang depan setiap pria dan wanita perkasa Aceh sebagai penanda Keperkasaan dan ketinggian martabat, sekaligus simbol pertahanan diri, keberanian, kebesaran, dan kepahlawanan ketika melawan penjajah Belanda.

Dalam perjuangan dan pertempuran melawan Portugis dan Belanda, sejarah mencatat nama-nama besar pahlawan-pahlawan dan srikandi Aceh, seperti Tgk Umar,Panglima Polem,Teungku Chik Ditiro, Laksamana Malahayati,Pocut Meurah Intan, Pocut Baren, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, dan Teungku Fakinah yang tidak melepaskan rencong dari pinggangnya.

ALAM

Posted: Januari 3, 2012 in Renungan

ALAM

Percikan riuh air mengalir
Nan slalu menenangkan jiwa
Segar membasuh wajah bumi
Yang lelah dalam terik matahari

Bening mengalir tanpa noda
Menghidupkan semua yang berjiwa
Namun dengan berjalannya waktu
Kesucianya tak lagi membasuh wajah ini

Air kian tak berdaya
Dalam derasnya derita alam
Manusia lah yang tak berjiwa
Yang sangat mudah menodai kesucian ini

By:
Hendra sahputra

Nirmana

Posted: Januari 2, 2012 in file

Nirmana ini terdiri dari susunan kertas DUPLEX 3ml, susunan yang sejajar dari nirmana ini membntuk ruang harmonisasi dan menampakan tinggi rendah nya dari sebuah ruangan ,,,

                Pada awal nya proses pembuatan niraman ini sangat lah sulit, namun setelah mengerjakan nya sedikit-demi sedkit dan dengan kesabaran semua hal yang tidak mungkin jadi mungkin ..

Alat dan bahan yang butuh kan yaitu:

  • Kertas dupelx 3ml  (1) lembar
  • Cutter ukuran kecil dan besar + (isi ulang nya )
  • Multiplex
  • Lem fox (gel)
  • Alat tulis

Cara pembuatan nya .

Pertama potong kertas Duplex nya dengan ukuran 10cm x 40cm lalu buat pola yang diingin kan di kertas yang telah dipotong tadi. Ada dua cara untuk membuat pola ruangan nya tersebut

  1. Dengan mengukur satu persatu kertas yang telah dipotong sehingga membentuk tinggi rendah nya .
  2. Dengan menggunakan ujung pincil yang dimiringkan dan mengikuti pola yang pertama , begitu juga dengan pola selanjut nya …

Begitulah proses pembutan nirman gari 3D ini. Stelah itu tariklah garis sepanjang 40cm, lalu berialah jarak pada garis 1 dengan yang lain nya ….

(tips )  : jika ingin memperlihat kan terjal nya atau kemiringan nya maka tinggal mengatur jarak pola yang satu dengan pola yang lainya

produk

Posted: Desember 29, 2011 in produk

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.